Selasa, 22 April 2014

"Marketing = Sales?"

Begitulah pandangan umum masyarakat Indonesia, termasuk beberapa teman2 saya (tidak semuanya lho) yang bekerja di leasing dan bahkan yg bekerja sebagai Sales. Mereka beranggapan Marketing “lebih tinggi derajatnya” dibandingkan Sales. Istilah Marketing lebih enak didengar, lebih keren, lebih "prestigious", dan lebih "vicky banget" lah. Sedangkan Istilah Salesman kerap kali menunjukkan pekerjaan dengan konotasi level rendah, tidak terpelajar, pembohong, hanya bisa ngomong tok. Jadi tidak heran di beberapa perusahaan, Sales functions dijadikan satu dan disederhanakan menjadi Departemen Marketing. Seperti yang sering kita temukan di pengumuman lowongan kerja yang mencantumkan: "DICARI MARKETING, penghasilan tetap bulanan plus komisi besar, punya SIM C" (wahhh, sudah menjadi indikator kuat bahwa pekerjaan sesungguhnya adalah Sales!).

Padahal menurut saya (dan mungkin beberapa orang Indonesia lainnya) beranggapan bahwa Marketing dan Sales itu berbeda tapi saling melengkapi. Secara sederhana dan singkat, dapat dikatakan bahwa peranan Marketing adalah menciptakan permintaan (creating demand) dan Sales lah yang berperan untuk memenuhi permintaan tersebut (providing supply). Marketer fokus pada peningkatan "awareness" atas produk yang dipasarkan, sedangkan Salesman fokus pada peningkatan penjualan produk. Semakin tinggi awareness calon konsumen akan suatu produk yang dipasarkan, maka penjualan akan lebih mudah untuk ditingkatkan.

Dalam strategi Marketing, kita mengenal 4P bahkan ada yang menambahkan sampai 7P, yang terdiri dari product (produk), price (harga), place (tempat), promotion (promosi), process (proses), people (orang), physical evidence (bukti fisik). Sedangkan Sales hanya menjadi salah satu bagian dari promotion (promosi), sehingga tidak memperhatikan faktor lain yang dapat menunjang pemasaran. Jadi dapat disimpulkan bahwa Marketing merupakan keseluruhan sistem dari kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan produk, menetapkan harga, mempromosikan produk dan mendistribusikan barang yang bertujuan untuk memuaskan konsumen. Sedangkan Sales merupakan kegiatan yang hanya fokus pada menjual produk, dan bertujuan untuk meningkatkan penjualan produk saja. Atau Marketing merupakan tim yang menyusun strategi pemasarannya, sedangkan Sales merupakan tim pelaksananya.

Misalkan dalam divisi R&D di suatu perusahaan ingin membuat sebuah produk, Marketing adalah tim yang bertugas untuk melakukan research (primary ataupun secondary) untuk melihat apakah produk tersebut ada pasarnya; jika ada, apakah pasarnya cukup signifikan sehingga mendatangkan untung bagi perusahaan. Sales juga bisa berperan sebagai secondary source (pada saat tim marketing mengadakan research) karena 90% of the time, sales person lah yang berinteraksi langsung dengan customer, dan tentunya mendapatkan banyak informasi berharga dari customer/ target market. Jika dari sisi target dan market size sudah bagus, maka pihak R&D bisa meneruskan sampai ke produk development. On parallel, pihak Marketing mulai menyusun strategi untuk launching, promotion, membuat marketing tools, dan strategi yang lainnya untuk memasarkan, sampai ke launching. Setelah produk di launching, baru Sales bergerilya atau blusukan menjual produk tersebut.

Kiranya itu saja yang bisa saya utarakan kepada kalian...maaf jika kurang memuaskan. Untuk info yang lebih lengkap dan matang bisa anda kaji sendiri dengan membaca berbagai refernesi dan melakukan wawancara langsung dengan berbagai narasumber yang kompeten di bidang maketing. Semoga tulisan ini sedikit membantu anda dalam membedakan Marketing dan Sales.

1 komentar:

Silahkan Berkomentar dengan Bijak